Minggu, 12 Agustus 2012

gempa bumi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia
ensiklopedia bebas

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu.
Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa.
Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.
-    Jenis Gempa Bumi
Jenis gempa bumi dapat dibedakan berdasarkan:
a.     Berdasarkan Penyebab

•    Gempa bumi tektonik
Gempa Bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di Bumi, getaran gempa Bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian Bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba.
•    Gempa bumi tumbukan
Gempa Bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke Bumi, jenis gempa Bumi ini jarang terjadi
•    Gempa bumi runtuhan
Gempa Bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
•    Gempa bumi buatan
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.
•    Gempa bumi vulkanik (gunung api)
Gempa Bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
b.    Berdasarkan Kedalaman
•    Gempa bumi dalam
Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.
•    Gempa bumi menengah
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
•    Gempa bumi dangkal
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.
c.    Berdasarkan Gelombang/Getaran Gempa
•    Gelombang Primer
Gelombang primer (gelombang lungitudinal) adalah gelombang atau getaran yang merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7-14 km/detik. Getaran ini berasal dari hiposentrum.


•    Gelombang Sekunder
Gelombang sekunder (gelombang transversal) adalah gelombang atau getaran yang merambat, seperti gelombang primer dengan kecepatan yang sudah berkurang,yakni 4-7 km/detik. Gelombang sekunder tidak dapat merambat melalui lapisan cair.
-    Penyebab terjadinya gempa Bumi
Kebanyakan gempa Bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.
Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut. Gempa Bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa Bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa Bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa Bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa Bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam Bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas Bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa Bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi
Tips-tips Praktis Siap Siaga Menghadapi Gempa
-    IDENTIFIKASI ZONA BAHAYA DAN BENDA BERPOTENSI BAHAYA
Ini langkah awal yang perlu disiapkan sebelum ada gempa bahkan di saat-saat tenang, tak ada salahnya mencoba mengidentifikasi rumah dan lingkungan anda.
1. Kenali dengan baik lingkungan di sekitar rumah anda, dimana tempat yang lapang atau setidaknya agak jauh dari bangunan tinggi atau tiang listrik.
2. Kenali dengan baik jalan terdekat dan mudah menuju zona aman tersebut.
3. Jauhkan benda menggantung atau benda menempel (misalnya pigura foto/lukisan, lampu hias, lampu kristal, dll.)
4. Periksa kabel listrik atau selang gas, perbaiki jika ada yang terkelupas.
5. Jangan menyimpan benda berat di atas lemari. Umumnya orang sering meletakkan koper-koper dan barang-barang berat lainnya di atas lemari. Mulai sekarang, singkirkan benda berat itu sebab jika terjadi gempa, benda-benda di atas lemari itu bakal runtuh pertama kali dan bukan tak mungkin menimpa anda.
6. Jauhkan benda yang mudah terbakar dari api
7. Identifikasi area yang cepat runtuh dan jangan berada di sekitarnya

-    PERSIAPAN KESIAP-SIAGAAN
1. Tentukan zona aman yang mudah dijangkau, dimana anda dan keluarga sepakati bersama. Ini penting, sebab jika gempa terjadi siang/sore hari ketika anggota keluarga sedang tidak berkumpul di rumah, maka penentuan lokasi aman yang disepakati ini akan memudahkan keluarga untuk berkumpul di sana.
2. Pastikan anak-anak, pembantu, dan orang tua semua paham dengan kesepakatan ini.
3. Pintu penyelamatan diri harus mudah di buka dengan cara menempatkan kunci pada tempat yang tetap dan mudah di jangkau. Sepakati bersama keluarga, jika misalnya terkjadi gempa malam hari saat sedang tidur, saat terjaga semua harus menuju ke pintu keluar yang mana. Pilih pintu yang paling mudah dibuka dan arahnya menuju ke ruang terbuka.
4. Pastikan seluruh anggota keluarga tahu dimana kuncinya disimpan. Jangan panik saat membuka pintu, sebab saat gempa Jogja tahun 2006, ada pasutri pengantin baru yang justru terkuci di dalam kamar, karena berebut kunci dan saat kunci dimasukkan ke lubang kunci, justru patah karena keduanya panik.
5. Siapkan senter atau lampu darurat.
6. Siapkan tas siaga. Usahakan ukurannya sedang, tak terlalu besar, bahannya tak mudah basah. Usahakan semua benda berharga masuk ke dalam tas ini : dompet, kartu-kartu identitas, ATM kartu kredit, buku tabungan, passport, uang tunai, charger HP dan kitab suci (jika anda menganggap ini penting).
7. Jika masih mungkin, bawa pakaian seadanya atau sekedar makanan. Tentunya tas ini sudah disiapkan di saat tenang, sebelum ada gempa.
8. Latih anak-anak untuk menyelamatkan diri dan mengingat nama orang tua serta alamat tempat tinggal.
9. Tentu saja yang terpenting banyak-banyak berdoa (plus dzikir dan istighfar bagi yang beragama Islam).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar